Pencuri Viral yang Kembalikan Mobil ke Pemiliknya Akan Tetap Diproses Hukum

ANALISADUNIA.COM – Seorang pencuri viral yang beraksi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengembalikan mobil yang dicurinya kepada sang pemilik.

Pengembalian itu berselang hampir sebulan setelah pencuri viral tersebut beraksi.

Pencuri viral ini juga menyertakan surat permohonan maaf yang berisi penyesalannya.

Bagaimanakah posisi dia di mata hukum sekarang meski sudah mengembalikan barang curiannya?

Kasatreskrim Polres Pati, AKP Yusi Andi Sukmana mengungkapkan bahwa pelaku akan tetap diproses hukum.

“Kami tetap melanjutkan penyelidikan kasus ini karena (barang) sudah berpindah tangan.

Kami akan tetap proses (hukum) dan mengejar pelaku.

Saat ini masih dalam pengembangan, segera ada titik terang,” jelas Kasatreskrim AKP Yusi Andi Sukmana mewakili Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto kepada ANALISADUNIA.COM, Selasa (28/5/2019),

Dia menyatakan bahwa penyidik kepolisian sudah mengetahui mobil yang dicuri itu telah dikembalikan oleh si pencuri.

Pengembalian tidak langsung kepada pemilik melainkan di tempat yang sepi, yaitu di kebun karet.

AKP Yusi sekali lagi menegaskan proses hukum tetap berjalan, tak memandang barang curian dikembalikan atau tidak kepada pemiliknya.

Menurutnya, mobil ini telah diamankan polisi untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan kasus pencurian.

Fenomena maling yang mengembalikan mobil curiannya ini terjadi di Desa Mojojati, Kecamatan Cluwak, Pati.

Adalah Sri Hartatik (38) dan suami pemilik mobil Ertiga yang digondol maling pada 1 Mei 2019.

Wanita yang akrab dipanggil Tatik ini tak menyangka mobilnya diam-diam dikembalikan si pencuri.

Tak hanya itu, maling kendaraan tersebut juga menyertakan surat permohonan maaf.

“Tadi pagi mobilnya ditemukan keponakan saya di persil (kebun karet yang merupakan tempat kandang ayam).

Dia menemukan ketika hendak memberi makan ayam.

Nah, dia lihat ada mobil seperti milik saya.

Di dalamnya ada kunci mobil dan STNK atas nama saya,” ungkap wanita yang akrab dipanggil Tatik ini kepada ANALISADUNIA.COM, Senin (27/5/2019).

Meski mengaku heran, Tatik tak henti-hentinya memanjatkan syukur.

Dia merasa senang karena mobil itu kembali kepada keluarganya.

Kondisi mobil tersebut memang tidak sama persis dengan saat dicuri.

Sejumlah aksesorinya telah hilang, pelat nomornya sudah berganti pelat Jakarta.

Di dalam dompet gantungan kunci mobil, Tati menemukan selembar surat berisi permohonan maaf pencuri.

Berikut isi surat tersebut:

Assalamu’alaikum.

Dengan segala maaf sebesar-besarnya.

Dengan ini saya telah tergugah hati saya untuk mengembalikan mobile panjenengan (mobil Anda) dengan keadaan yang kurang sempurna seperti sediakala.

Nyuwon pangapuntene geh pak/mbak (Mohon maaf , ya).
Sedangkan barang yang lainnya, sudah saya juwal buat makan dan beli bensin.

Sepurane geh (maafkan, ya).

Mugio panjenengan sekeluwarga diparingi selamet, waras, lan lancar rezekine (Semoga Anda sekeluarga diberi keselamatan, kesehatan, dan rezeki yang lancar).

Amin… Amin…
Ya Robbal Allamin

Ttd.
Hamba Tuhan yang Tak Luput dari Dosa

Ketika dulu mobilnya dicuri, Tatik juga merasa heran luar biasa.

Sebab, si pencuri tahu bahwa kunci mobilnya berada di rumah adiknya yang bersebelahan dengannya.

Tidak disimpan di dalam rumahnya sendiri.

“Jadi, si maling ambil kunci di rumah adik saya.

Di sana dia ambil uang dan beberapa barang.

Kemudian ambil mobil di depan rumah saya yang kuncinya ada di rumah adik,” ungkapnya.

Pencuri tersebut memang tak hanya nyolong mobil.

Dia juga menggasak perhiasan emas senilai Rp 17 juta, dua unit ponsel, dan satu unit televisi.

Seluruhnya milik adik Tatik.

Tatik memperkirakan, pencurian terjadi pada pukul 2 dini hari ketika seluruh penghuni rumah telah terlelap.

Sekeluarga merasa heran karena tidak ada satu pun penghuni rumah yang mendengar mobil dibawa kabur.

Padahal untuk membawa kabur mobil tersebut, si maling harus lebih dahulu menyingkirkan karung-karung gabah.

Karung-karung gabah itu sengaja ditumpuk di depan jalan keluar dan masuk mobil.

“Kami seperti disirep (disihir agar tertidur lelap),” paparnya.

Dia menambahkan, tim dari kepolisian yang datang ke rumahnya setelah ia melapor juga terheran-heran.

Adakah keluarga Tatik berikhtiar agar barang-barang yang dicuri itu dikembalikan kepada empunya?

Tatik menyebut mobilnya bisa kembali mungkin atas berkat doa suaminya yang sudah tiga hari ini berada di Mekah menunaikan ibadah umrah.

“Saya penasaran ingin lihat pencurinya.

Sekarang saya serahkan ke polisi bagaimana tindak lanjutnya,” tandas dia.

Tidak menutup kemungkinan si maling mendapat hidayah dari Allah pada bulan Ramadhan yang suci ini.

Satu yang jelas, dia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum sebagaimana ditegaskan AKP Yusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *