Penembakan Brutal Saat Misa di Gereja Burkina Faso, 6 Orang Tewas

ANALISADUNIA.COM,Ouagadougou – Sedikitnya enam orang tewas dalam penembakan brutal saat misa Minggu di sebuah gereja Katolik di Burkina Faso, Afrika Barat. Salah satu korban tewas merupakan seorang pastor setempat.

Dituturkan sumber keamanan dan pejabat setempat, seperti dilansir AFP, Senin (13/5/2019), bahwa penembakan ini terjadi di sebuah Gereja Katolik yang ada di wilayah Dablo pada Minggu (12/5) waktu setempat.

“Menuju pukul 09.00 waktu setempat, saat misa digelar, sejumlah individu bersenjata masuk ke dalam Gereja Katolik,” sebut Wali Kota Dablo, Ousmane Zongo, kepada AFP. “Mereka mulai menembaki saat jemaat berupaya melarikan diri,” imbuhnya.

Para penyerang, yang disebut berjumlah antara 20-30 orang, berhasil menjebak sejumlah jemaat di dalam gereja. “Pelaku membunuh lima jemaat. Sang pastor, yang sedang menggelar misa, juga dibunuh, membuat korban tewas menjadi 6 orang,” ucap Zongo dalam pernyataannya.

Usai melakukan penembakan, para pelaku kemudian membakar gereja, sejumlah toko dan sebuah kafe kecil. Setelah itu, para pelaku bergerak ke pusat kesehatan setempat dan melakukan penjarahan di sana. Tidak hanya itu, para pelaku juga membakar sebuah kendaraan milik kepala perawat di pusat kesehatan tersebut.

“Ada atmosfer kepanikan di kota. Orang-orang bersembunyi di dalam rumah-rumah mereka, tidak ada apapun yang terjadi. Toko-toko tutup. Seperti kota hantu,” ujar Zongo.

Pelaku penembakan masih diburu otoritas setempat. Personel keamanan yang dikerahkan dari Barsalogho, yang berjarak 45 kilometer sebelah selatan Dablo, tengah melakukan penyisiran di area sekitar serangan. Dablo diketahui terletak di Provinsi Sanmatenga.

Serangan di Dablo ini terjadi sekitar dua pekan setelah serangan serupa terhadap sebuah gereja Kristen Protestan di kota kecil bernama Silgadji, dekat Djibo, Provinsi Soum. Serangan brutal di Silgadji pada 28 April lalu itu menewaskan seorang pendeta dan lima jemaatnya.

Burkina Faso diketahui kerap dilanda serangan mematikan yang dilakukan kelompok-kelompok militan lokal, seperti Ansarul Islam, Group to Support Islam and Muslims (GSIM) dan Islamic State in the Greater Sahara. Serangan awalnya muncul di wilayah utara negara ini, sebelum meluas ke ibu kota Ouagadougou dan wilayah lainnya.

Catatan AFP menyebut nyaris 400 orang tewas dalam berbagai aksi kekerasan sejak tahun 2015. Kelompok-kelompok militan setempat menjadikan ulama muslim maupun rohaniwan Nasrani sebagai target serangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *