Terkait Kasus Video ‘Bau Ikan Asin’, Akhirnya Galih Ginanjar, Pablo, dan Rey Utami Resmi Ditahan

ANALISADUNIA.COM – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, artis Galih Ginanjar awalnya mengaku tengah membeli makanan saat polisi hendak menangkapnya di sebuah hotel di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019) dini hari.

Selang dua jam, polisi curiga Galih berbohong karena tak kunjung kembali ke hotel.

“Saat kita mau menangkap di sana (hotel), yang bersangkutan diberitahu kalau sedang ke luar untuk mencari makan.

Kita akhirnya mengecek ke dalam hotel karena kita pikir kok makannya lama.

Ternyata dia ada di dalam (kamar) hotel,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis.

Kepada polisi, Galih mengaku masuk untuk menginap di hotel lantaran banyak awak media yang mendatangi rumahnya.

“(Alasan menginap di hotel) karena banyak media yang mencari dia,” ungkap Argo.

Sebelumnya diberitakan, artis Fairuz A Rafiq melaporkan artis Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo atas kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial terkait viralnya video “Bau Ikan Asin”.

Ketiga terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut berdasarkan gelar perkara yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Kasus ini bermula ketika Galih dinilai menghina Fairuz dalam video yang diunggah di akun YouTube Rey dan Pablo.

Hinaan tersebut salah satunya terkait bau ikan asin.

Atas perbuatannya, ketiga dijerat Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 310, Pasal 311 KUHP.

Ancaman hukumannya lebih dari 6 tahun penjara.

Ketiga tersangka punya peran berbeda-beda

Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami memiliki peran yang berbeda-beda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Pablo Benua berperan sebagai pemilik akun Youtube dengan nama Official Rey Utami dan Benua Channel.

Sementara, istri Pablo, Rey Utami berperan sebagai pemilik akun email untuk membuat akun Youtube tersebut.

“(Pablo dan Rey) bersama Galih membuat suatu wawancara, direkam, diedit, dan secara sadar diupload (diunggah) ke channel Youtube Rey Utami dan Benua Channel.

Durasi videonya 32 menit 6 detik,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Untuk Galih Ginanjar, lanjut Argo, ia berperan sebagai seseorang yang menyampaikan pernyataan yang melanggar unsur asusila dan mencemarkan nama baik artis Fairuz.

“Dia (Galih) melakukan wawancara dan sadar menyampaikan pelanggaran unsur keasusilaan dan pencemaran nama baik,” ungkap Argo.

“Saat ini, kita masih mendalami persoalan ini kembali dan memeriksa ketiga tersangka,” lanjutnya.

Pablo dan Rey Dinilai tak Kooperatif

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menilai pemilik akun Youtube atas nama Pablo Benua dan Rey Utami tidak kooperatif saat diperiksa pada Rabu (10/7/2019).

“(Pablo dan Rey) engga kooperatif (saat diperiksa),” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan, Kamis.

Namun, Iwan tak menjelaskan lebih lanjut soal pemeriksaan yang dijalani keduanya.

Iwan mengungkapkan, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial.

Polisi telah memiliki alat bukti yang cukup untuk memutuskan bahwa ada unsur pidana dalam kasus tersebut.

“(Alasan ditetapkan tersangka) ya karena sudah memenuhi unsur pidana,” ujar Iwan.

Penyidik juga telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap mereka.

Fairuz A Rafiq sebelumnya melaporkan artis Galih Ginanjar yang merupakan mantan suaminya, Rey, dan Pablo dengan tuduhan pencemaran nama baik melalui media sosial. Kasus itu bermula ketika Galih dinilai telah menghina Fairuz dalam video yang diunggah di akun YouTube Rey dan Pablo. Hinaan tersebut salah satunya terkait dengan sebutan “bau ikan asin” yang ditujukan kepada Fairuz.

Dalam video itu, Rey Utami menjadi pembawa acara yang melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Galih.

Galih kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Sebelumnya Pablo dan Rey Utami Berharap tak Ditahan

Tersangka kasus video asusila Rey Utami danPablo Benua rencananya akan ditahan di Polda Metro Jaya usai menjalani pemeriksaan, Kamis (11/7/2019).

Pasalnya, Rey dan Pablo telah menjalani cek kesehatan yang merupakan prosedur sebelum dilakukan penahanan.

“Cek kesehatan saja,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Kompas.com, Kamis.

Argo membenarkan jika cek kesehatan tersebut merupakan prosedur yang dilakukan sebelum seorang tersangka ditahan. Sebab, Rey dan Pablo menjelani cek kesehatan itu bukan karena sedang mengalami sakit.

“Ya (cek kesehatan untuk penahanan),” kata Argo.

Rey Utami dan Pablo Benua sebelumnya diperiksa polisi sejak Rabu (10/7/2019). Usai diperiksa hingga dini hari, keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka kemudian diminta untuk menjalani tes kesehatan di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya. Menuju Bidokkes, keduanya diminta menaiki mobil tahanan.

Namun, menurut kuasa hukum Rey dan Pablo, Farhat Abbas, kliennya masuk mobil tahanan karena tidak ada mobil lain untuk menuju ruang Bidokkes Polda, bukan untuk ditahan.

“Eggak (ditahan). Mereka bilang mau periksa kesehatan karena capek. Mau pakai mobil atau jalan kaki, disiapkan mobil. Mobilnya disiapkan itu (mobil tahanan), kita mau bilang apa?” kata Farhat Abbas.

Temukan Puluhan STNK di Rumah Pablo

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menemukan puluhan STNK saat menggeledah rumah pemilik akun Youtube atas nama Rey Utami dan Pablo Benua di kawasan Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/7/2019).

Penggeledahan tersebut awalnya bertujuan untuk mencari barang bukti terkait kasus dugaan pencemaran nama baik atas video “ikan asin”.

Namun, polisi tak mendapatkan barang bukti yang digunakan Pablo dan Rey untuk merekam video itu dan malah menemukan puluhan STNK.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan menyelidiki temuan STNK tersebut terkait laporan penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor dengan terlapor Pablo Benua.

Laporan tersebut terdaftar di Bareskrim Polri dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Dalam penggeledahan rumah (Pablo dan Rey) di Bogor, kita menemukan puluhan STNK. Setelah kita cek di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, ada laporan berkaitan dengan penipuan dan penggelapan dengan terlapor Pablo. Itu dilaporkan pada 26 Februari 2018,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

“Ada pelaporan juga di Mabes Polri dengan terlapor Pablo Benua terkait penipuan dan penggelapan sekitar tahun 2017,” lanjutnya.

Saat ini, lanjut Argo, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

“Kita masih mengecek semuanya, masih menyelidiki,” ungkap Argo.

Ketiga Tersangka Resmi Ditahan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkap alasan polisi menangkap pemilik akun YouTube, Pablo Benua dan Rey Utami.

Keduanya langsung ditangkap setelah setelah menjalani pemeriksaan kasus video ikan asin pada Kamis (11/7/2019) dini hari.

Menurut Argo, pihaknya menangkap pasangan Pablo dan Rey Utami karena mereka diduga mencoba menghilangkan barang bukti berupa video “ikan asin”.

“Kenapa kita menangkap (Pablo dan Rey) karena salah satunya (video ikan asin) sudah dihapus, menghilangkan barang bukti,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis.

Walaupun video itu telah dihapus, Argo menyebut penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya masih menyimpan rekaman tersebut.

Saat polisi menggeledah rumah Pablo dan Rey di kawasan Bogor, Jawa Barat, polisi juga tak mendapatkan barang bukti berupa kamera yang digunakan Pablo dan Rey untuk merekam video itu.

“Kemudian saat menggeledah rumahnya, tidak ada semua alat-alat (untuk merekam video),” ujar Argo.

Bermuatan Pornografi di Akun Pablo

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi juga menemukan video bermuatan pornografi, selain video ikan asin, di channel YouTube milik Rey Utami dan Pablo Benua.

“Kemarin klarifikasi sekarang kami perdalam karena kami juga menemukan di konten YouTube Rey Utami dan Pablo kita temukan indikasi pornografi dan asusial yang lain,” kata Kombes Pol Argo dalam keterangan pers di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).
Terkait temuan tersebut, polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Ada ditampilkan videonya unsur pornografi dan asusila. Sekarang kita melakukan penyelidikan untuk kasus itu,” ungkap Argo.

Argo menambahkan, keterangan lebih lanjut juga akan diminta oleh polisi dari Pablo dan juga Rey.

“Kan masih diperiksa belum selesai nanti kita kasih penanganan berikutnya. Kan sudah ada keterangan dilakukan pemeriksaan,” kata Argo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *