WhatsApp Rentan Dibobol Hacker, Awas Pencurian Data Pribadi

ANALISADUNIA.COM, Jakarta – Lebih dari 1,5 miliar pengguna didesak untuk memperbarui aplikasi WhatsApp. Imbauan ini muncul di tengah berita soal adanya panggilan suara misterius lewat WhatsApp yang tampaknya berbahaya, dan memungkinkan peretas mengakses smartphone pengguna.

Kerentanan keamanan ini bisa membuat peretas menyebarkan spyware, bahkan jika pengguna tidak menjawab panggilan tersebut.

Hingga saat ini belum diketahui berapa banyak pengguna yang ditargetkan atau terpengaruh. Untuk menangkal hal tersebut, selain memperbarui perangkat lunaknya, WhatsApp juga menambal celah keamanan.

Seorang juru bicara WhatsApp mengakui serangan itu sangat canggih. Pelakunya diduga sebagai perusahaan swasta yang menyediakan solusi keamanan untuk pemerintah.

The Financial Times melaporkan peretasan itu dilakukan oleh spyware yang dibuat oleh perusahaan pengawasan siber asal Israel, NSO Group. Perusahaan itu dikenal sebagai pencipta malware yang disebut Pegasus. Malware ini memungkinkan peretas untuk mengakses pesan, layanan lokasi, kata sandi wifi, dan data pribadi lainnya.

“Ini spyware yang sangat canggih,” kata Iman Sharafaldin, peneliti cybersecurity di Canadian Institute for Cybersecurity di New Brunswick dilansir Global News, Kamis (16/5/2019).

“Smartphone kamu akan menjadi mata-mata, bahkan jika kamu menonaktifkan mode sleep. Spyware tersebut akan membajak kamera smartphone, mikrofon, dan memata-matai kamu secara permanen,” ucap iman menambahkan.

Ditanya tentang laporan itu, NSO mengatakan teknologinya dilisensikan kepada lembaga pemerintah yang berwenang untuk tujuan tunggal yaitu memerangi kejahatan dan teror. Mereka tidak mengoperasikan sistem itu sendiri karena harus melewati proses perizinan dan pemeriksaan yang ketat.

“Kami menyelidiki dugaan penyalahgunaan yang kredibel dan jika perlu kami akan mengambil tindakan, termasuk mematikan sistem,” kata perusahaan itu.

“Dalam situasi apa pun, NSO tidak akan terlibat dalam pengoperasian atau identifikasi target. Itu semata-mata hanya dioperasikan oleh badan intelijen dan penegak hukum,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *